Fenomena Social Networking


“Bang, mana kom kosong? Aku ambil paket 2 jam ya….,” ujar seorang anak dengan seragam biru putih yang masih melekat di badannya. “Ya dek, kom 5 ya…,” jawab sang operator warnet. Anak itu masuk ke dalam bilik bercat kehijauan dan berusaha mengambil posisi duduk yang pas. Di depannya telah terpampang monitor LCD berukuran 15 inchi dengan tampilan billing di depannya. Jemari kanannya mulai mendekap mouse dan meklik tombol Personal. Jemari kirinya mulai menghentak bebas di keyboard yang tersedia. Tok… Tok… Tok… Tok…., dengan terbata-bata mulai mengetikkan namanya, B O T I. Terakhir dengan keyakinan 120%, jemari telunjuknya menghujam tombol ENTER di keyboard, TOKKKK!!!!

“Pelan dikit dek….,” spontan operator berujar. Entah dengar atau tidak, perhatiannya teruju ke icon bulat berwarna biru seperti gambar bola dunia yang dikelilingi oleh gambar rubah berwarna oranye. Mozilla Firefox yang dibukanya. Tanpa ragu-ragu dia mulai mengetikkan 2 huruf di address bar: “fb” dan sekali lagi… TOKKKK!!!, ENTER. Operator menggelengkan kepala sembari membesarkan volume di Winamp dan mulai hanyut ke dalam alunan lagu Dream Theater – The Spirit Carries On. Facebook terbuka, mata Boti terpaku ke layar, seolah di dunia ini milik berdua, Boti dan Facebook.

Facebook adalah salah satu fenomena social networking saat ini. Siapa yang tidak kenal situs yang satu ini? Dari mulai anak sampai orang tua, dari pengangguran sampai seorang manager perusahaan, dari yang memiliki skill mengetik 11 jari (seperti si Boti) sampai teknisi komputer, semua kenal akan yang satu ini. Karya Mark Zuckerberg ini benar-benar telah merasuk ke dalam pikiran hampir setiap orang di dunia. Jika Sembako adalah Sembilan Bahan Pokok, maka bahan pokok ke sepuluh adalah akun Facebook.

Jika ditanya kepada 10 orang, “Untuk apa punya Facebook,” pasti kita akan mendapat 100 jawaban yang berbeda. Mulai dari ingin hanya sekedar tahu, sampai yang kepingin “ngeksis”. Jika saya boleh menjawab pertanyaan tersebut, maka jawaban saya adalah untuk mencari teman-teman lama, main game dan pamer foto. Itu saja sudah ada tiga jawaban😀.

Tercatat Facebook beberapa kali menyatukan saudara kandung yang terpisah sejak lahir, orang tua yang mencari anaknya, dan tak terhitung jumlahnya menyambung kembali tali silaturahmi dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Tapi, tercatat juga beberapa kasus penculikan akibat Facebook, pencemaran nama baik, dan lain sebagainya.

Facebook

Tampilan Facebook 2011

Situs jejaring sosial (bahasa Inggris: Social network sites) merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut. Tampilan dasar situs jejaring sosial ini menampilkan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna. http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_jejaring_sosial

Pertanyaan utamanya, apakah baik ikut dalam social networking?  Menurut saya, jawaban yang pantas adalah: BAIK, tetapi dengan batasan tertentu.

Batasan tersebut antara lain:

1. Waktu

Facebook bermanfaat, tapi jika tenggelam di Facebook sampai berjam-jam juga salah. Masih banyak hal lain yang positif yang bisa dilakukan di luar. Jangan sampai kehidupan di dunia maya memiliki porsi lebih besar dari kehidupan dunia nyata. Ingat, Anda hidup dari makan nasi yang dicari dengan uang, bukan dengan memakan keyboard dan mouse.

2. Hati-hati dalam mengungkapkan isi hati

Semua orang berhak berpendapat, tapi cara menyampaikan untuk menyampaikan pendapat dan isi hati seseorang memiliki cara tersendiri. Hati-hati jika Anda masih seorang siswa atau seorang mahasiswa. Jika tidak suka dengan dosen jangan di posting di wall. Bisa-bisa nilai Anda hancur. Ingat bahwa orang tua telah bersusah payah untuk menyekolahkan Anda.

Jangan semua isi hati Anda curahkan ke Facebook, bisa-bisa aib Anda dan keluarga Anda bisa diketahui orang seluruh dunia. Tanpa Facebook pun Anda sudah “eksis” di dunia ini.

3. Jangan cepat percaya kepada kenalan baru

Setiap komputer yang terhubung ke Internet, Facebook pasti bisa diakses (kecuali di blokir oleh system administrator Anda). Facebook bisa di akses dari segala penjuru dunia dan oleh setiap orang, dan Anda bisa berkenalan dengan mereka. Orang yang kita kenal di sekitar kita saja bisa menipu kita, apalagi orang yang batang hidungnya belum pernah dilihat secara langsung. Walaupun batang hidung tersebut bisa kelihatan dari video call, tetap saja interaksi langsung akan lebih baik. Tercatat beberapa kali kasus penculikan terjadi yang dimulai dari perkenalan situs social networking seperti Facebook, Twitter dll.

Twitter

Tampilan Twitter

Adalah hal yang SALAH, jika seorang Ibu melarang anaknya main Facebook gara-gara takut diculik. Anak akan menjadi gagap teknologi (gaptek). Teknologi berada di sekitar kita dan tidak bisa kita elakkan. Ingat, wajan yang Ibu pakai di dapur juga hasil dari teknologi. Yang perlu kita lakukan adalah menyaring teknologi tersebut, sehingga hanya yang baik yang diterima sang anak. Facebook tidak menculik anak Anda, tapi orang di seberang sanalah yang pintar dalam merayu anak Anda.

Terakhir saya ingatkan, Social Networking sama seperti produk lainnya di internet, merupakan suatu ALIRAN INFORMASI. Seperti membuat teh jaman dulu (sekarang sudah model celup saja), Anda harus menyaring bubuk teh yang ada, sehingga hanya air tehnya yang turun dan teh bisa dinikmati, ampas tehnya tetap tertinggal. Jika Anda tidak bisa menyaring aliran informasi tersebut, Anda nantinya akan menjadi budak-budak informasi yang gampang terhasut dan mengkeruhkan suasana. Saya menyebutnya sebagai Ominfora.😀.

Semoga bermanfaat dan menjadi renungan kita semua.

Pos ini dipublikasikan di Informasi & Teknologi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s